Jenis – jenis paragraf

Rabu, 04 Juli 20120 komentar




1. PARAGRAF NARASI
Paragraf Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian berdasarkan kronologisnya.

Contoh :
Kekalahan Inter Milan oleh Barcelona tidak membuat inter milan tersingkir dari liga Champion. Dikarenakan jumlah gol yang dicetak oleh inter milan ke gawang Barcelona lebih banyak dibandingkan gol yang dimasukan Barcelona ke gawang inter milan. Di leg pertama, Inter memasukan 3 gol,dan hanya kemasukan 1 gol. Lalu di leg ke 2, Barcelona hanya memasukan 1 gol sehimgga jumlah gol Barcelona hanya 2, sedangkan Inter 3.

2. PARAGRAF DESKRIPSI
Paragraf Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan kata – kata yang merangsang indra realistis.

Contoh :
Hand Phone BlackBerry Curve 8310, merupakan salah satu hp terlaris tahun ini. karna memiliki fitur yang lengkap guna mempermudah sipengguna hp untuk mengakses data dari internet. Memiliki camera 2 MP, memory internal 1Gb untuk menyimpan beberapa data seperti sms, video, mp3 dll. Menggunakan Full qwerty keyboard dan track ball navigation seperti computer. Ada juga maps untuk melihat peta dan jalan kalau sedang dalam perjalanan.

3. PARAGRAF EKSPOSISI
Paragraf Eksposisi adalah paragraf yang menguraikan suatu kejadian sejelas – jelasnya agar pembaca mudah mengerti.

Contoh :
Kecelakaan bus yang terjadi di jalur pantura itu disebabkan oleh kelalaian si pengemudi bus yang tidak mengecek keadaan bus sebelum berangkat. Kecelakaan ini terjadi pukul 03.15 WIB. Bus yang melaju kencang tiba – tiba oleng karena ban depan sebelah kiri bocor sehingga bus terpental kesebelah kiri lalu menabrak pembatas jalan. Kecelakaan tersebut tidak memakan korban jiwa, hanya saja beberapa penumpang mengalami luka ringan. Para korban sudah dibawa kerumah sakit untuk menjalani pengobatan. Supir bus pun sudah diamankan petugas.

4. PARAGRAF ARGUMENTASI
Paragraf Argumentsi adalah suatu paragraf yang isinya membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan data dan fakta sebagai bukti.

Contoh :
Perdagangan Global mendorong terbentuknya jaringan distribusi dan pasti penjualan yang kian tersebar terjadi dalam jaringan yang kuat , hidup dan bersistem dalam bisnis di Indonesia tambahannya perekonomian serta tekhnologi informasi dan saluran distribusi.

5. PARAGRAF PERSUASI
Paragraf Persuasi adalah paragraf yang isinya berupa ajakan kepada pembaca agar melakukan sesuatu yang diajukan sepenulis.

Contoh :
Hadirilah!!!!!! senam pagi yang akan dilaksanakan di depan lobby ITC Cempaka Mas pada pukul 06.00 – selesai. Dengan intruktur senam profesional. Diharpkan menggunakan pakaian olah raga.

  • Definisi Topik,Tema,dan Judul :
Topik: 
      Topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.
Tema:
     Tema berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang, tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarmya yang akan ditulis atau diuraikan oleh penulis.
Sumber Tema dapat berupa:
1.     Pengalaman
2.     Penelitian atau pengamatan
3.     Pendapatan atau keyakinan
4.     Daya khayal atau imajinasi (khusus karangan fiksi)

Cara mencari Tema (dalam suatu bacaan)
  1. Jika pilihan jawaban berupa kalimat luas 
Maka:
  • Tentukan objek yang dibicarakan 
  • Pilih kalimat yang paling luas yang memuat objek tersebut atau pikirkan objek tersebut merupakan bagian atau persempitan dari objek yang lebih luas 
     2. Jika pilihan jawaban berupa kalimat sempit atau langsung pada isi bacaan 
Maka : pilih satu kalimat yang dibicarakan dalam setiap paragraf yang ada.

Judul 
Definisi Judul 
Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.  
      Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.  

Syarat-syarat pembuatan judul :
  1. Harus relevan, yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut. 
  2. Harus provokatif, yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan. 
  3. Harus singkat, yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangklaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak lebih dari lima kata.      

Judul terbagi menjadi dua,yaitu :  
  1. Judul langsung : Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas. 
  2.  Judul tak langsung : Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita. 
  • Fungsi Judul 
  1. Merupakan identitas/cermin dari jiwa seluruh karya tulis.
  2. Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membacanya atau untuk mempelajari isinya. 
  3. Merupakan gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.
  4. Relevan dengan isi seluruh naskah, masalah maksud,dan tujunnya.
  • Perbedaan judul dan tema
  1. Judul
    • Sekedar nama karangan (kecuali laporan dan karya ilmiah) 
    • Adanya dapat sebelum mengarang atau sesudah karangan selesai 
    • Tertulis dan tersurat



  • Perbandingan antara Topik,Tema dan Judul :
     Topik, tema, dan judul pada dasarnya hampir sama maknanya, yaitu pokok pembicaraan dalam diskusi atau dialog, pokok pikiran suatu karangan, dan nama yang digunakan untuk makalah atau buku atau gubahan sajak. Untuk jelasnya, marilah kita kutip apa yang dikemukakan oleh Pusat Bahasa lewat Kamus Besar Bahasa Indonesia, sbb.  

Topik
Pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dsb; bahan diskusi. Hal yang menarik perhatian umum waktu akhir-akhir ini; bahan pembicaraan. 

Tema
Pokok pikiran, dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang, mengubah sajak, dsb). 

Judul
Nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan secara pendekisi buku atau bab itu. Kepala karangan (cerita, drama; tajuk). Berjudul berarti berkepala karangan; bertajuk.
Jelas terlihat bahwa apa yang dikemukakan Kamus Besar Bahasa Indonesia menyiratkan bahwa arti ketiga kata yang kita bicarakan ini sama adanya.Jika kita berdialog dengan seseorang, biasanya kita memperbincangkan satu masalah tertentu, umpamanya tentang banjir, tentang narkoba, tentang sepak bola, dsb. Kalau yang kita bicarakan hanya satu masalah saja, maka hal semacam itu topik tunggal.Akan tetapi, kadangkala kita mula-mula membicarakan satu masalah saja, kemudian berkembang kepada masalah lain, maka topiknya menjadi banyak. Topik semacam itu kita sebut multitopik atau topik ganda.

Tidak saja topik yang dapat dipecahan menjadi subtopik, tema dapat pula menjadi subtema, judul menjadi subjudul.Dialog dengan subtopik seperti contoh tadi, merupakan komunikasi yang efektif. Hal semacam itu harus diahindari dengan empathy, yaitu merasakan apa yang dirasakan lawan bicara kita. Sebuah dialog bisa berhasil baik, jika keduanya berada dalam mood (suasana hati) yang sama.
Judul dapat dikatakan sebagai jabaran topik atau tema. Karena itu judul harus mempu mencerminkan topik atau tema, tidak boleh menyimpang dari intinya. Itulah sebabnya memilih judul tidak selalu gampang.Dalam percakapan sehari-hari  yang kurang penting, tidak biasa ditentukan topiknya. Namun,dalam pembicaraan atau dialog khusus bisa saja ditentukan topiknya supaya pihak-pihak bisa mempersiapkan diri. 

  • PERBEDAAN TOPIK,TEMA DAN JUDUL 
Topik berasal dari bahasa Yunani yaitu “Topoi” yang berati tempat dalam tulis menulis,pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan.maka dari itu topik  dalam wacana merupakan Topic merupakan salah satu unsure yang penting percakapan. Menurut Howe opik itu merupakan syarat terbentuknya wacana percakapan. Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya atau Dalam karang mengarang, tema juga adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarmya yang akan ditulis atau diuraikan Judul adalah sebuah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku,atau kepala berita.Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan. 
Syarat topik bisa ditinjau dari 2 segi, yaitu topik yang baik bagi penulis dan topik yang baik bagi pembaca. 
- Bagi penulis, topik yang baik yaitu berbasis pada kompetensi penulisnya yaitu Bidang keahlian. 
-  Bidang studi yang didalami.

Pengalaman penulis: pengalaman kerja, praktik dilapangan, penelitian, partisipasi dalam suatu kegiatan ilmiah.
- Bidang kerja atau profesi.
- Karakter penulis (baik, cerdas, inovatif, kreatif).
- Temuan yang pernah diteliti.
- Kualifikasi pengalaman: nasional, internasional.
- Kemampuan memenuhi tuntutan masyarakat pembacanya.
- Kemampuan memenuhi target kebutuhan segmen pembacanya, dan
- Temuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperluka pembacanya.

Sedangkan bagi pembaca, topik itu baik jika layak dibaca. Artinya, topik tersebut dapat mengembangkan kompetensi pembacanya, yaitu sesuai dengan:
- Tuntutan pembaca untuk mencapai target informasi yang diharapkan.
- Upaya pembaca untuk meningkatkan kecerdasan, kompetensi pengembangan akademik dan profesi.
- Ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditekuni pembacanya.
- Pengembangan dan peningkatan karier dan profesinya.
- Upaya mempertajam dan memperhalus rasa kemanusiaan.
- Upaya mempertajam dan memperhalus daya nalarnya.
- Sesuai dengan kebutuhan informasi iptek yang diperlukan, dan sebagainya.

Namun, jika ditinjau secara umum syarat topik yang baik yaitu:
  1. Menarik untuk ditulis dan dibaca. Topik yang menarik bagi penulis akan meningkatkan kegairahan dalam mengembangkan penulisannya, dan bagi pembaca akan mengundang minat untuk membacanya. 
  2. Dikuasai dengan baik oleh penulis minimal prinsip-prinsip ilmiah. Untuk menghasilkan tulisan yang baik, penulis harus menguasai teori-teori (data sekunder), data di lapangan (data primer). Selain itu, penulis juga harus menguasai waktu, biaya, metode pembahasan, bahasa yang digunakan, dan bidang ilmu.

Syarat-syarat tema Berikut ini beberapa syarat tema yaitu :
  1. Tema harus menarik perhatian penulis. 
  2. Tema harus diketahui/dipahami penulis. 
  3. Tema harus Bermanfaat. 
  4. Tema yang dipilih harus berada disekitar kita. 
  5. Tema yang dipilih harus yang menarik. 
  6. Tema yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas. 
  7. Tema yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif. 
  8. Tema yang dipilih harus memiliki sumber acuan.

Syarat-syarat judul ada beberapa Syarat-syarat judul yaitu:
  • Harus bebentuk frasa, 
  • Tanpa ada singkatan atau akronim, 
  • Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi,
  • Tanpa tanda baca di akhir judul karangan 
  • Menarik perhatian, 
  • Logis, 
  • Sesuai dengan isi 
  • Judul harus:.asli,relevan,provakitif,singkat

Cara membatasi topic Pembatasan sebuah topik mencangkup konsep, variabel, data, lokasi atau lembaga dan waktu pengumpulan data.
Topik yang terlalu luas menghasilkan tulisan yang dangkal, tidak mendalam, dan tidak tuntas. Selain itu, pembahasan menjadi tidak fokus pada masalah utama yang ditulis atau dibaca. Akibatnya, pembahasan menjadi panjang, namun tidak berisi. Sebaliknya, topik yang terlalu sempit menghasilkan tulisan yang tidak (kurang) bermanfaat bagi pembacanya. Selain itu, karangan menjadi sulit dikembangkan, tidak menarik untuk dibahas ataupun dibaca.Maka dari itu, pembahasan topik dilakukan secara cermat, sesuai dengan kemampuan, tenaga, waktu, tempat, dan kelayakan yang dapat terima oleh pembacanya. Contoh pembatasan topik: “Upaya mengembangkan kwalitas perawatan yang bermutu bagi pelayanan pasien di Rumah Sakit”.

Jadi, kwalitas perawatan ini dikembangkan terbatas bagi pelayanan pasien di Rumah Sakit.

Contoh Penentuan Topik, Tema dan judul dalam membuat suatu karangan adalah :
Topik   : Banjir di Bandung Selatan.
Tema   : Apakah sebab-sebab terjadinya banjir dan bagaimanakah cara mengatasi akibat banjir tersebut.
Judul   : Penanggulanggan akibat banjir di Bandung Selatan.

Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | nanda Template | Mas Template
Copyright © 2011. SAYANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Nanda
Proudly powered by Blogger